IMPLEMENTASI BASIS DATA
Setelah seluruh rangkaian perancangan sistem dilakukan maka tahap selanjutnya adalah tahap pembangunan sistem. Sistem dibangun sesuai rancangan yang telah dibuat. Pembangunan sistem meliputi pembangunan database, atau disebut implementasi basis data dan pengkodean program. Pada bab ini akan dijelaskan tentang implementasi database, bagaimana membuat database beserta tabel-tabelnya, seta objek database lain sesuai hasil perancangan database.
Sebelum mulai membuat database ada baiknya bila kita terlebih dahulu mengenal konsep sistem manajemen basis data.
Sistem Manajemen Basis Data
Keberhasilan suatu sistem informasi sangat dipengaruhi oleh system basis data. Sistem basis data merupakan salah satu elemen penyusun sistem. Apabila system basis data ini benar-benar lengkap, akurat dan mudah untuk ditampilkan kembali maka hal itu akan meningkatkan kualitas dari system manajemen basis data tersebut.
Untuk mengetahui perbedaan antara basis data dengan system basis data, kita harus mengetahui definisi keduanya. Menurut James F. Courtney dan David B. Paradice, system basis data mempunyai pengertian sebagai berikut:
“Sistem basis data adalah kumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama, personal-personal yang merancang dan mengelola basis data, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola basis data, serta system computer yang mendukungnya.” (Sutanta, 1996)
Pengertian basis data diperjelas lagi oleh James Martin (1990), yang mengatakan sebagai berikut:
“Basis data adalah suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data dengan cara-cara tertentu sehingga mudah untuk digunakan dan ditampilkan kembali, dapat digunakan untuk satu atau lebih program aplikasi secara optimal, data dapat disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan menggunakannya, serta disimpan sedemikian rupa sehingga penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol.”
Lebih jauh, definisi-definisi yang berhubungan dengan basis data:
1. Entity (entitas) adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.
2. Atribut adalah seperti entitas, mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entitas.
3. Data Value (nilai atau isi data) adalah data actual atau informasi yang disimpan pada tiap elemen atau atribut data.
4. Record/tuple adalah kumpulan elemen yang saling berkaitan yang menginformasikan suatu entitas secara lengkap.
5. File adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama dan mempunyai perbedaan pada data value-nya.
6. Database adalah kumpulan file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan instansi dalam batasan tertentu.
7. Database Management System (DBMS) adalah kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolanya. Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program komersial untuk membaca data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam database.
Elemen Database
Adapun elemen-elemen system manajemen basis data adalah sebagai berikut:
1. Database
Database adalah kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu sama lain, yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware computer, dan harus menggunakan software untuk melakukan manipulasi tertentu.
2. File
File adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen dan atribut yang sama, namun valu-nya berbeda. Database dibentuk dari kumpulan file. File didalam pemrosesan aplikasi dapat dikategorikan kedalam beberapa tipe, di antaranya adalah sebagai berikut:
a. File Induk (Master File)
i. File induk acuan (reference master file): file induk yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya. Misalnya file daftar gaji, file mata pelajaran.
ii.File induk dinamik (dynamic master file): file induk yang nilai record-recordnya sering berubah atau sering dimutakhirkan (update) sebagai hasil dari suatu transaksi. Misalnya file induk data barang, yang setiap saat harus di-up-date bila terjadi transaksi.
b. File Transaksi (Transaction File)
File ini bisa disebut input file, digunakan untuk merekam data hasil transaksi yang terjadi. Misalnya file penjualan yang berisi data hasil transaksi penjualan.
c. File Laporan (Report File)
File ini bisa disebut output file, yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan.
d. File Sejarah (History File)
File ini bisa disebut file arsip (archival file), merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi tetapi masih disimpan sebagai arsip.
e. File Pelindung (Back-up File)
File ini merupakan salinan dari file-file yang masih aktif didalam database pada suatu saat tertentu. File ini digunakan sebagai pelindung atau cadangan bila file database yang aktif mengalami kerusakan atau hilang.
3. Record
Record adalah kumpulan elemen yang saling berkaitan yang menginformasikan tentang satu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi.
4. Field
Field adalah bagian tertentu dari data dalam record yang mewakili satu entitas. Misalnya file anggota dapat dilihat dari fieldnya, seperti kode anggota, nama dan lain-lain.
5. Data Value
Data value adalah data actual atau informasi yang disampaikan pada setiap data elemen atau field data, misalnya field nama anggota memiliki data value Susi, Widi, dan sebagainya.
6. Entity
Entity (entitas) adalah objek riil yang dapat dibedakan satu sama yang lain dan tidak saling bergantung. Misalnya pada bidang sirkulasi, entitasnya adalah anggota dan buku.
7. Query
Query merupakan perintah yang dirancang untuk memanggil kelompok record tertentu dari satu file atau lebih untuk melakukan operasi pada file.
8. View
View adalah data yang terdiri atas sejumlah record yang diproses dalam urutan penampilan.
Relation Database Management System (RDBMS)
RDBMS merupakan sekumpulan data yang disimpan sedemikian rupa sehingga mudah diambil informasinya bagi pengguna, dan data tersebut saling berhubungan.
RDBMS merupakan suatu paket perangkat lunak yang kompleks yang digunakan untuk memanipulasi database.
Ada tiga prinsip dalam RDBMS, yaitu:
1. Data Definition
Mendefinisikan jenis data yang akan dibuat (dapat berupa angka atau huruf), cara relasi data, validasi data, dan lainnya.
2. Data Manipulation
Data yang telah dibuat dan didefinisikan akan dikenai beberapa perlakuan, seperti penyaringan, peng-query-an, dan lain sebagainya.
3. Data Control
Bagian ini berkenaan dengan cara mengendalikan data, seperti siapa saja yang bisa melihat isi data, bagaimana data bisa digunakan banyak user, dan sebagainya.
Semua operasi input dan output yang berhubungan dengan database harus menggunakan DBMS. Bila pemakai akan mengakses database, DBMS akan menyediakan penghubung (interface) antara pemakai dengan database.
Hubungan pemakai dengan database dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Secara interaktif menggunakan bahasa pertanyaan (query language).
2. Dengan menggunakan program aplikasi.
Bahasa Basis Data
System basis data komersial menghendaki adanya sebuah bahasa query yang lebih user-friendly. Sehubungan dengan itu, SQL telah dikenal sebagai bahasa query yang marketable. SQL menggunakan kombinasi aljabar relasional & kalkulus relasional. Meskipun SQL merupakan bahasa query, namun SQL mempunyai banyak kemampuan lain di samping melakukan query basis data. SQL mampu mendefinisikan struktur data, memodifikasi data dalam basis data dan menentukan konstrain sekuriti.
SQL merupakan standar bahasa basis data relasional. Ada bermacam-macam versi SQL. Versi aslinya pertama kali dikembangkan oleh IBM San Jose Research Laboratory, disebut Sequel, diimplementasikan pada system R Project pada awal 1970-an. Bahasa Sequel terus berkembang dan berubah menjadi SQL ( Structured Query Language ).
Pada tahun 1986, the American National Standards Institute ( ANSI ) dan the Internasional Standarts Organization ( ISO ) mengumumkan sebuah standar SQL yang disebut SQL 86. sampai sekarang bahasa yang menjadi standar adalah SQL 92.
Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan berbagai tugas, seperti update data pada database ataupun untuk menampilkan data dari database. Beberapa software RDBMS yang dapat menggunakan SQL antara lain Oracle, Sybase, Microsoft SQL Server, Microsoft Access, Ingres, dan lain sebagainya. Setiap software database mempunyai bahasa perintah/sintaks yang berbeda namun pada prinsipnya mempunyai arti dan fungsi yang sama. Perintah-perintah tersebut antara lain: Select, Insert, Update, Delet, Create, dan Drop, yang dapat digunakan untuk mengerjakan hampir semua kebutuhan manipulasi database.
Bahasa SQL mempunyai beberapa bagian, yaitu:
DDL ( Data Definition Language ), yaitu bahasa yang mempunyai kemampuan untuk mendefinisikan data yang berhubungan dengan pembuatan dan penghapusan objek seperti tabel, indeks, bahkan basis datanya sendiri, misalnya CREATE, DROP, ALTER.
DML ( Data Manipulation Language ), yaitu bahasa yang berhubungan dengan proses manipulasi data pada tabel, record, misalnya INSERT, UPDATE, SELECT, DELETE.
DCL ( Data Control Language ), yaitu bahasa yang berhubungan dengan pengendalian akses ke database, misalnya GRANT, REVOKE.
DTL ( Data Transaction Language ), yaitu bahasa yang berhubungan dengan pengaturan transaksi yang terjadi di dalam database, misalnya COMMIT, ROLLBACK, ROLLFOWARD.
Setelah seluruh rangkaian perancangan sistem dilakukan maka tahap selanjutnya adalah tahap pembangunan sistem. Sistem dibangun sesuai rancangan yang telah dibuat. Pembangunan sistem meliputi pembangunan database, atau disebut implementasi basis data dan pengkodean program. Pada bab ini akan dijelaskan tentang implementasi database, bagaimana membuat database beserta tabel-tabelnya, seta objek database lain sesuai hasil perancangan database.
Sebelum mulai membuat database ada baiknya bila kita terlebih dahulu mengenal konsep sistem manajemen basis data.
Sistem Manajemen Basis Data
Keberhasilan suatu sistem informasi sangat dipengaruhi oleh system basis data. Sistem basis data merupakan salah satu elemen penyusun sistem. Apabila system basis data ini benar-benar lengkap, akurat dan mudah untuk ditampilkan kembali maka hal itu akan meningkatkan kualitas dari system manajemen basis data tersebut.
Untuk mengetahui perbedaan antara basis data dengan system basis data, kita harus mengetahui definisi keduanya. Menurut James F. Courtney dan David B. Paradice, system basis data mempunyai pengertian sebagai berikut:
“Sistem basis data adalah kumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama, personal-personal yang merancang dan mengelola basis data, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola basis data, serta system computer yang mendukungnya.” (Sutanta, 1996)
Pengertian basis data diperjelas lagi oleh James Martin (1990), yang mengatakan sebagai berikut:
“Basis data adalah suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data dengan cara-cara tertentu sehingga mudah untuk digunakan dan ditampilkan kembali, dapat digunakan untuk satu atau lebih program aplikasi secara optimal, data dapat disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan menggunakannya, serta disimpan sedemikian rupa sehingga penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol.”
Lebih jauh, definisi-definisi yang berhubungan dengan basis data:
1. Entity (entitas) adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.
2. Atribut adalah seperti entitas, mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entitas.
3. Data Value (nilai atau isi data) adalah data actual atau informasi yang disimpan pada tiap elemen atau atribut data.
4. Record/tuple adalah kumpulan elemen yang saling berkaitan yang menginformasikan suatu entitas secara lengkap.
5. File adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama dan mempunyai perbedaan pada data value-nya.
6. Database adalah kumpulan file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan instansi dalam batasan tertentu.
7. Database Management System (DBMS) adalah kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolanya. Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program komersial untuk membaca data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam database.
Elemen Database
Adapun elemen-elemen system manajemen basis data adalah sebagai berikut:
1. Database
Database adalah kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu sama lain, yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware computer, dan harus menggunakan software untuk melakukan manipulasi tertentu.
2. File
File adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen dan atribut yang sama, namun valu-nya berbeda. Database dibentuk dari kumpulan file. File didalam pemrosesan aplikasi dapat dikategorikan kedalam beberapa tipe, di antaranya adalah sebagai berikut:
a. File Induk (Master File)
i. File induk acuan (reference master file): file induk yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya. Misalnya file daftar gaji, file mata pelajaran.
ii.File induk dinamik (dynamic master file): file induk yang nilai record-recordnya sering berubah atau sering dimutakhirkan (update) sebagai hasil dari suatu transaksi. Misalnya file induk data barang, yang setiap saat harus di-up-date bila terjadi transaksi.
b. File Transaksi (Transaction File)
File ini bisa disebut input file, digunakan untuk merekam data hasil transaksi yang terjadi. Misalnya file penjualan yang berisi data hasil transaksi penjualan.
c. File Laporan (Report File)
File ini bisa disebut output file, yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan.
d. File Sejarah (History File)
File ini bisa disebut file arsip (archival file), merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi tetapi masih disimpan sebagai arsip.
e. File Pelindung (Back-up File)
File ini merupakan salinan dari file-file yang masih aktif didalam database pada suatu saat tertentu. File ini digunakan sebagai pelindung atau cadangan bila file database yang aktif mengalami kerusakan atau hilang.
3. Record
Record adalah kumpulan elemen yang saling berkaitan yang menginformasikan tentang satu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi.
4. Field
Field adalah bagian tertentu dari data dalam record yang mewakili satu entitas. Misalnya file anggota dapat dilihat dari fieldnya, seperti kode anggota, nama dan lain-lain.
5. Data Value
Data value adalah data actual atau informasi yang disampaikan pada setiap data elemen atau field data, misalnya field nama anggota memiliki data value Susi, Widi, dan sebagainya.
6. Entity
Entity (entitas) adalah objek riil yang dapat dibedakan satu sama yang lain dan tidak saling bergantung. Misalnya pada bidang sirkulasi, entitasnya adalah anggota dan buku.
7. Query
Query merupakan perintah yang dirancang untuk memanggil kelompok record tertentu dari satu file atau lebih untuk melakukan operasi pada file.
8. View
View adalah data yang terdiri atas sejumlah record yang diproses dalam urutan penampilan.
Relation Database Management System (RDBMS)
RDBMS merupakan sekumpulan data yang disimpan sedemikian rupa sehingga mudah diambil informasinya bagi pengguna, dan data tersebut saling berhubungan.
RDBMS merupakan suatu paket perangkat lunak yang kompleks yang digunakan untuk memanipulasi database.
Ada tiga prinsip dalam RDBMS, yaitu:
1. Data Definition
Mendefinisikan jenis data yang akan dibuat (dapat berupa angka atau huruf), cara relasi data, validasi data, dan lainnya.
2. Data Manipulation
Data yang telah dibuat dan didefinisikan akan dikenai beberapa perlakuan, seperti penyaringan, peng-query-an, dan lain sebagainya.
3. Data Control
Bagian ini berkenaan dengan cara mengendalikan data, seperti siapa saja yang bisa melihat isi data, bagaimana data bisa digunakan banyak user, dan sebagainya.
Semua operasi input dan output yang berhubungan dengan database harus menggunakan DBMS. Bila pemakai akan mengakses database, DBMS akan menyediakan penghubung (interface) antara pemakai dengan database.
Hubungan pemakai dengan database dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Secara interaktif menggunakan bahasa pertanyaan (query language).
2. Dengan menggunakan program aplikasi.
Bahasa Basis Data
System basis data komersial menghendaki adanya sebuah bahasa query yang lebih user-friendly. Sehubungan dengan itu, SQL telah dikenal sebagai bahasa query yang marketable. SQL menggunakan kombinasi aljabar relasional & kalkulus relasional. Meskipun SQL merupakan bahasa query, namun SQL mempunyai banyak kemampuan lain di samping melakukan query basis data. SQL mampu mendefinisikan struktur data, memodifikasi data dalam basis data dan menentukan konstrain sekuriti.
SQL merupakan standar bahasa basis data relasional. Ada bermacam-macam versi SQL. Versi aslinya pertama kali dikembangkan oleh IBM San Jose Research Laboratory, disebut Sequel, diimplementasikan pada system R Project pada awal 1970-an. Bahasa Sequel terus berkembang dan berubah menjadi SQL ( Structured Query Language ).
Pada tahun 1986, the American National Standards Institute ( ANSI ) dan the Internasional Standarts Organization ( ISO ) mengumumkan sebuah standar SQL yang disebut SQL 86. sampai sekarang bahasa yang menjadi standar adalah SQL 92.
Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan berbagai tugas, seperti update data pada database ataupun untuk menampilkan data dari database. Beberapa software RDBMS yang dapat menggunakan SQL antara lain Oracle, Sybase, Microsoft SQL Server, Microsoft Access, Ingres, dan lain sebagainya. Setiap software database mempunyai bahasa perintah/sintaks yang berbeda namun pada prinsipnya mempunyai arti dan fungsi yang sama. Perintah-perintah tersebut antara lain: Select, Insert, Update, Delet, Create, dan Drop, yang dapat digunakan untuk mengerjakan hampir semua kebutuhan manipulasi database.
Bahasa SQL mempunyai beberapa bagian, yaitu:
DDL ( Data Definition Language ), yaitu bahasa yang mempunyai kemampuan untuk mendefinisikan data yang berhubungan dengan pembuatan dan penghapusan objek seperti tabel, indeks, bahkan basis datanya sendiri, misalnya CREATE, DROP, ALTER.
DML ( Data Manipulation Language ), yaitu bahasa yang berhubungan dengan proses manipulasi data pada tabel, record, misalnya INSERT, UPDATE, SELECT, DELETE.
DCL ( Data Control Language ), yaitu bahasa yang berhubungan dengan pengendalian akses ke database, misalnya GRANT, REVOKE.
DTL ( Data Transaction Language ), yaitu bahasa yang berhubungan dengan pengaturan transaksi yang terjadi di dalam database, misalnya COMMIT, ROLLBACK, ROLLFOWARD.
0 komentar:
Posting Komentar